Cara Mengukur Tinggi Bangunan Sebuah Gedung

Apa sebenarnya adalah tinggi bangunan? Ketinggian bangunan dapat didefinisikan sebagai ketinggian maksimum yang diizinkan untuk bangunan yang akan dibangun di atas sebidang tanah atau lahan. Ketinggian bangunan itu sendiri dikelompokkan menjadi tiga kategori: bangunan bertingkat rendah, bangunan menengah dan tinggi bangunan bertingkat.

Sering kita mendengar bangunan bertingkat tinggi mereka membangun melanggar aturan yang ditetapkan oleh pemerintah. Salah satu cara adalah dengan melanggar aturan yang satu ini: ketinggian bangunan. Biasanya ini dilakukan karena pemilik bangunan ingin meningkatkan ruang di gedung untuk lebih maksimal dengan meningkatkan jumlah lantai di dalam gedung. Bahkan, memberikan batas ketinggian bangunan untuk setiap bangunan tertentu bukan tanpa alasan.

Cara Mengukur Ketinggian Sebuah Gedung

Alasan apapun? Mengapa bangunan yang tinggi harus dibatasi? Ada beberapa pertimbangan dasar yang tentukan membangun peraturan tinggi. Berikut penjelasannya:

1. track pesawat Pertimbangan
Daerah dekat dengan bandara membutuhkan area terbuka sebagai bebas masalah udara naik dan turun jalur. Hal ini akan mempengaruhi ketinggian regulasi bangunan di daerah sekitar bandara. Area melewati jalur pesawat pasti akan memiliki aturan yang membatasi ketinggian bangunan untuk keselamatan bangunan serta dalam kegiatan bandara. Jika Anda adalah pemilik bangunan di sekitar bandara, tentunya Anda tidak ingin tidak menghindari hal-hal yang tidak diharapkan bangunan Anda?

2. Pertimbangan Ratio Luas Lantai (FAR)
Rasio Luas Lantai membangun koefisien lantai (KLB). KLB adalah rasio angka antara total luas bangunan dengan luas lantai tanah atau lahan. Apa yang harus dilakukan dengan ketinggian bangunan? Hal ini berkaitan dengan luas total lantai diperbolehkan untuk dibangun. Jika seluruh luas lantai bangunan telah mencapai batas yang diizinkan, jumlah lantai bangunan tidak harus ditambahkan. Sehingga ketinggian bangunan itu hanya sebatas ini.

Lalu, apa lantai ke ketinggian lantai (lantai ke lantai)? Untuk lantai ke ketinggian lantai tergantung pada jenis bangunan, mulai 3-3,75 meter dengan ketinggian maksimal 5 meter. Sementara itu, untuk ketinggian lantai dasar ke lantai dua, tinggi maksimum adalah 10 meter. Biasanya, antara lantai dasar dan lantai dua ada lantai mezzanine. lantai mezzanine adalah perantara lantai yang biasanya terletak antara lantai utama bangunan. lantai mezzanine tidak akan dihitung sebagai lantai penuh ketika lantai kurang dari 50% dari lantai dasar.

Selanjutnya, bagaimana perhitungan dan penamaan setiap lantai di gedung itu? Anda akan sering melihat bahwa masing-masing bangunan kadang-kadang memiliki sistem penamaan yang berbeda. Anda mungkin juga bingung dengan cara menghitung jumlah lantai di dalam gedung. Untuk perhitungan jumlah lantai di bangunan tinggi (highrise building), lantai pertama dihitung dari lantai di atas tanah. Kemudian, untuk proses penamaan setiap lantai di gedung-gedung tinggi, ada beberapa cara penamaan yang berbeda. Di Indonesia, penamaan lantai di bangunan bertingkat tinggi di Indonesia mengadaptasi penamaan yang digunakan di AS (Amerika Serikat) dan Inggris (United Kingdom). Untuk Indonesia sendiri, banyak bangunan bertingkat tinggi yang menggunakan lantai penamaan dengan mengadaptasi sistem AS.

Anda juga dapat melihat bahwa di setiap bangunan bertingkat tinggi tidak ada yang menggunakan nomor 4 dan 13 dalam penamaan lantai. Hal ini disebabkan oleh angka 4 dan 13 dianggap sebagai angka sial sehingga banyak pemilik bangunan bertingkat tinggi tidak ingin menggunakan nomor 4 dan nomor 13 di dalam gedung. Namun, menghilangkan angka-angka ini tidak mempengaruhi perhitungan jumlah lantai untuk perizinan di kantor perencanaan kota. Kota departemen perencanaan akan terus menghitung lantai 1 datar di lantai dasar.

Tags:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *